Harga CPO dan TBS Kembali Naik

Harga CPO dan TBS Kembali Naik

Harga CPO dan TBS Kembali Naik

Harga minyak sawit mentah (CPO), inti sawit dan Tandan Buah Segar (TBS) di Provinsi Jambi pada periode 18-24 Januari 2019, bergerak naik dibandingkan beberapa periode sebelumnya dan untuk CPO naik sebesar Rp124 per kilogram atau dari Rp6.505 per kilogram menjadi Rp6.629/Kg.

“Hasil yang ditetapkan tim perumus, untuk harga inti sawit pada periode kali ini juga naik Rp107 per kilogram yakni dari Rp4.464 per kilogram menjadi Rp4.571/kg, sedangkan TBS juga naik Rp22 per kilogram yakni dari Rp1.118 menjadi Rp1.140," kata Pejabat Penetapan Harga TBS Sawit Provinsi Jambi, Dharmawan, Jumat (25/1).

Harga CPO dan TBS sawit beberapa waktu sebelumnya sempat berfluktuatif dalam beberapa periode lalu berdasarkan keputusan dari kesepakatan tim perumus harga CPO di Jambi bersama para petani, perusahaan perkebunan sawit serta pihak terkait.

Dipaparkan Dharmawan, harga TBS usia tanam 3 tahun yang ditetapkan untuk periode kali ini adalah Rp1.140 per kilogram, usia tanam 4 tahun Rp1.214, usia tanam 5 tahun Rp1.270, usia tanam 6 tahun Rp1.320 dan usia tanam 7 tahun Rp1.357 masing-masing per kilogram.

Lalu usia tanam 8 tahun senilai Rp1.386 per kilogram  usia tanam 9 tahun Rp1.413 usia tanam 10 sampai dengan 20 tahun Rp1.456 usia 21 hingga 24 tahun Rp1.412 dan di atas 25 tahun Rp1.347 masing-masing per kilogram.

Penetapan harga CPO, TBS, dan inti sawit merupakan kesepakatan tim perumus dalam satu rapat dihadiri para pengusaha, koperasi, dan kelompok tani sawit setempat.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat, angka inflasi perdesaan di provinsi tersebut tercatat sebesar 0,30 persen.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Dadang Hardiawan mengatakan, inflasi perdesaan terjadi pada tujuh kelompok konsumsi rumah tangga yaitu kelompok bahan makanan, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, perumahan, sandang, kesehatan, pendidikan, rekreasi dan olahraga serta kelompok transportasi dan komunikasi.

Perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) perdesaan mencerminkan angka inflasi/deflasi di wilayah perdesaan. Pada Desember 2018, IHK di wilayah perdesaan Provinsi Jambi sebesar 135,56 atau terjadi inflasi sebesar 0,30 persen.

Jika dilihat menurut kelompok konsumsi rumah tangga, Inflasi terjadi pada tujuh kelompok yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,43 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,10 persen, kelompok perumahan 0,40 persen, kelompok sandang sebesar 0,47 persen.

Disusul kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah Raga sebesar 0,14 persen serta kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 0,09 persen.

Dadang mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di sepuluh kabupaten atau kota di Provinsi Jambi pada Desember 2018, NTP Provinsi Jambi turun sebesar 0,96 persen dibandingkan bulan sebelumnya yaitu dari 98,07 menjadi 97,13.

Penurunan NTP pada Desember 2018 disebabkan indeks harga hasil produksi pertanian yang turun sebesar 0,72 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 0,24 persen.

Sementara itu secara umum pada Desember 2018 Kota Jambi mengalami inflasi sebesar 0,98 persen dan Kota Muara Bungo inflasi sebesar 0,16 persen. Sedangkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Jambi sebesar 134,57 dan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Muara Bungo tercatat sebesar 132,83.

"Inflasi di Kota Jambi terjadi pada enam kelompok pengeluaran barang dan jasa karena adanya kenaikan indeks, dan inflasi di Kota Muara Bungo terjadi pada enam kelompok pengeluaran barang dan jasa karena adanya kenaikan indeks," kata Dadang Hardiawan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel